HABEMUS PAPAM

18 07 2013
habemus_papamWajah Paus kita, Paus Fransiskus

Annuntio vobis gaudium magnum: Habemus Papam; Eminentissimum ac reverendissimum Dominum, Dominum Georgium Marium Sanctæ Romanæ Ecclesiæ Cardinalem Bergoglio, Qui sibi nomen imposuit Franciscum.

Saya mengumumkan kepada anda kegembiraan besar; Kita memiliki Paus; Tuan Yang Utama dan Terhormat, Tuan Georgius Mario Kardinal Gereja Roma Yang Kudus Bergoglio, Yang telah mengambil nama Fransiskus.

Paus baru kita telah terpilih, Beliau adalah Kardinal Jorge Mario Bergoglio, S.J., Uskup Agung Buenos Aires dan Ordinaris untuk umat ritus Timur di Argentina yang tidak memiliki ordinaris bagi ritus mereka. Beliau lahir pada tanggal 17 Desember 1936 di Buenos Aires. Lahir dari sebuah keluarga yang berasal dari Piemonte, sebuah wilayah di utara Italia, tepatnya di Bricco Marmorito, bagian dari kota Asti. Ayahnya bernama Mario Jose Bergoglio, seorang pegawai kereta api dan ibunya Regina Sivori, seorang ibu rumah tangga berdarah Piemonte dan Genoa.

Ia belajar teknik kimia dan berhasil menjadi sarjana pada jurusan tersebut. Tetapi kemudian Ia memilih ingin menjadi imam dan masuk Seminari Villa Devoto. Pada 11 Maret 1958, Ia pindah ke Novisiat Company of Jesus setelah menyelesaikan studi humanitas di Chile. Pada 1963, Beliau meraih gelar sarjana filosofi di Seminari Tinggi Santo Yosef San Miguel. Pada tahun 1964-1965, Ia mengajar literatur dan psikologi di Kolese Immaculata di Santa Fe dan pada tahun 1966 mengajar mata kuliah yang sama di Universitas El Salvador di Buenos Aires.

Pada tahun 1967 hingga 1970, Beliau juga belajar teologi di Seminari Tinggi St. Yosef San Miguel dan meraih gelar sarjana teologi. Ia ditahbiskan sebagai imam jesuit pada tanggal 13 Desember 1969 selama studinya di Fakultas Teologi San Miguel Argentina. Pada tanggal 22 April 1973, Ia mengucapkan kaul kekalnya.

Beliau adalah Master Novis di Villa Valirali San Miguel di mana ia juga mengajar teologi. Beliau pernah menjadi provinsial Jesuit Argentina (1973-1979) setelah ditunjuk pada tanggal 31 Juli 1973. Pada tahun 1980 hingga 1986, Beliau menjadi rektor Fakultas Filosofi dan Teologi San Miguel sekaligus Pastor Paroki St. Yosef di Keuskupan San Miguel. Tahun 1986, Beliau dikirim ke Jerman untuk menyelesaikan studi doktoralnya dan kemudian melayani sebagai pembimbing rohani di Cordoba.

Pada tanggal 20 Mei 1992, Beliau ditunjuk sebagai Uskup Tituler Auca dan Uskup Auksilier Buenos Aires, menerima tahbisan uskup pada tanggal 27 Juni 1992. Beliau ditahbiskan uskup di Katedral Buenos Aires oleh Kardinal Antonio Quarracino, Uskup Ubaldo Calabres (Duta Besar Vatikan untuk Argentina) dan Uskup Emilio Ognenovich. Pada tanggal 3 Juni 1997, Beliau ditunjuk sebagai Uskup Agung Koadjutor Buenos Aires dan menggantikan Kardinal Antonio Quarracino di Buenos Aires pada tanggal 28 Februari 1998. Beliau juga adalah Ordinaris untuk umat ritus Timur di Argentina yang tidak memiliki ordinaris bagi ritus mereka.

Beliau melayani sebagai Presiden Konferensi Para Uskup Argentina pada tanggal 8 November 2005 sampai 8 November 2011. Diangkat sebagai kardinal oleh Beato Yohanes Paulus II pada Konsistori 21 Februari 2001 dengan Titel Kardinal dari St. Robertus Bellarminus. Beliau pernah menjadi anggota Kongregasi Penyembahan Ilahi dan Disiplin Sakramen, Kongregasi Para Imam, Institut Hidup Bakti dan Serikat Hidup Apostolik, Dewan Kepausan untuk Keluarga dan Komisi Pontifikal untuk Amerika Latin.
Pada tanggal 13 Maret 2013 di Roma, pada konklaf 2013, Beliau dipilih oleh para kardinal sebagai Paus Gereja Katolik dan mengambil nama FRANSISKUS sebagai nama regnal.

Pax et Bonum
sumber: http://www.indonesianpapist.com/2013/03/biografi-paus-fransiskus-i.html

[INFO] Paus Fransiskus Tanpa “I”

Untuk saat ini, mari kita membiasakan menyebut atau menulis nama paus baru kita cukup dengan “Paus Fransiskus” tanpa adanya tambahan “I” (satu). Juru Bicara Vatikan, Pater Federico Lombardi S.J., menyampaikan bahwa nama resmi paus baru adalah Paus Fransiskus tanpa penomoran romawi.

Nama “Fransiskus” baru pertama kali digunakan sebagai nama regnal paus sehingga kurang tepat bila menyebut atau menulis “Paus Fransiskus I”. Penulisan nama “Paus Fransiskus” akan berubah menjadi “Paus Fransiskus I” sampai kelak Gereja Katolik memiliki “Paus Fransiskus II”. Dalam sejarah Gereja Katolik, terdapat beberapa nama regnal kepausan yang baru digunakan satu kali sehingga penulisannya tidak mencantumkan “I” atau “… yang pertama”.

Nama-nama tersebut adalah:

1. Paus Santo Petrus, paus pertama Gereja Katolik

2. Paus Santo Linus, paus ke-2

3. Paus Santo Anakletus, paus ke-3

4. Paus Santo Evaristus, paus ke-5

5. Paus Santo Telesphorus, paus ke-8

6. Paus Santo Hyginus, paus ke-9

7. Paus Santo Anisetus, paus ke-11

8. Paus Santo Soter, paus ke-13

9. Paus Santo Eleutherius, paus ke-14

10. Paus Santo Zephyrinus, paus ke-15

11. Paus Santo Pontianus, paus ke-18

12. Paus Santo Anterus, paus ke-19

13. Paus Santo Fabianus, paus ke-20

14. Paus Santo Kornelius, paus ke-21

15. Paus Santo Dionisius, paus ke-25

16. Paus Santo Eutychianus, paus ke-27

17. Paus Santo Caius, paus ke-28

18. Paus Santo Marselinus, paus ke-29

19. Paus Santo Eusebius, paus ke-31

20. Paus Santo Meltiades, paus ke-32

21. Paus Santo Markus, paus ke-34

22. Paus Liberius, paus ke-36

23. Paus Santo Sirisius, paus ke-38

24. Paus Santo Zosimus, paus ke-41

25. Paus Santo Hilarius, paus ke-46

26. Paus Santo Simplisius, paus ke-47

27. Paus Santo Simmakus, paus ke-51

28. Paus Santo Hormisdas, paus ke-52

29. Paus Santo Silverius, paus ke-58

30. Paus Vigilius, paus ke-59

31. Paus Sabinianus, paus ke-65

32. Paus Severinus, paus ke-71

33. Paus Santo Vitalianus, paus ke-76

34. Paus Donus, paus ke-78

35. Paus Santo Agatho, paus ke-79

36. Paus Conon, paus ke-83

37. Paus Sissinius, paus ke-87

38. Paus Konstantinus, paus ke-88

39. Paus Valentinus, paus ke-100

40. Paus Formosus, paus ke-111

41. Paus Romanus, paus ke-114

42. Paus Lando, paus ke-121

dan yang terakhir,

43. Paus Fransiskus, paus ke-266 (paus kita saat ini)

pax et bonum

sumber: http://www.facebook.com/gerejakatolik





Mencari Pemimpin

19 04 2014

Jika anda ingin memiliki pemimpin yang ideal, ada beberapa tip dalam menilai dan menentukan seseorang untuk menjadi pemimpin, di mana kita juga berperan dan menjadi bagian dalam kepemimpinannya. Tip – tip tersebut dapat anda baca dalam MM, SM, SQ, EQ dan IQ. Jika suatu pribadi persona memiliki ke-lima item tersebut dalam inner being-nya, maka kita telah menemukan pemimpin yang ideal.





MARILAH BERDOA

4 03 2013





Tabe Hormat

19 01 2010

Jadilah WargaNegara Indonesia Katolik sejati 100% Indonesia 100% KatolikSebelumnya saya menyampaikan Tabe Hormat yang sedalam – dalamnya kepada:

Bapak Bupati Maluku Tenggara dan Bapak Uskup Diosis Amboina serta Bapak – Bapak Pastor Wakil – wakil Uskup Wilayah Kei Kecil, Kei Besar, Aru dan Tanimbar

Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara

Bapak Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara

Bapak Dr. Ir. Egen Renyaan, MSi. dan Bapak Ir. Felix Tethool.





KATOLIK POLITIK

25 03 2009

This slideshow requires JavaScript.

Mari membangun Sekte Katolik

Dalam dunia Politik, posisi Gereja Katolik adalah sebagai reference group dan sebagai motivator pencerah dalam rangka pengejawantahan dari konsep kerasulan yang dikembangkan oleh Yesus sendiri, diteruskan kepada para Rasul dan sampai pada zaman kita sekarang ini.

Adalah suatu hal istimewa bila Gereja dapat bersintesa dengan politik

Gereja tidak hadir sebagai penguasa atau pun semacam “presure power” bagi masyarakat (umat). Tetapi Gereja dapat …..
baca lanjut . . . .





Mencari Pemimpin

25 03 2009

Jika anda ingin memiliki pemimpin yang ideal, ada beberapa tip dalam menilai dan menentukan seseorang untuk menjadi pemimpin, di mana kita juga berperan dan menjadi bagian dalam kepemimpinannya. Tip – tip tersebut dapat anda baca dalam MM, SM, SQ, EQ dan IQ. Jika suatu pribadi persona memiliki ke-lima item tersebut dalam inner being-nya, maka kita telah menemukan pemimpin yang ideal.





MM

25 03 2009

MM adalah Morality Mind. MM sebaiknya dimiliki oleh seluruh persona di dunia ini, baik yang ateis maupun yang beragama. MM tidak melulu tergantung pada ajaran – ajaran menurut Kitab Suci yang dimiliki oleh agama – agama resmi di dunia ini, melainkan suatu kesadaran adanya kebutuhan hidup yang aman, tenteram dan damai, penuh keadilan, kepedulian, suka cita, kasih sayang. Damai sejati adalah damai yang lahir dari pola Morality Mind tanpa membutuhkan agama sebagai mediatornya.








SMAsSTI

SMA swasta Sekolah Tunas Indonesia

SMK TARUNA RAJAWALI TIMIKA

UNGGUL DALAM MUTU, SANTUN DALAM BERPERILAKU

adrilamadua

materi agama katolik Don Bosco III

Evav adalah Kei by Carel Ohoiulun

Situs ini adalah situs orang Kei alias Mang Evav ental Ohoiwirin

mang Homain Ohoiwirin vam Ohoiulun's Blog

This blog is belong to Ohoiwirin Folk

%d bloggers like this: